Berita UtamaHukrim

Orang Ini Sering Ucapkan Kata KADRUN Seperti PKI, Harus Di Proses Hukum

Oleh : Muhammad Arifin / Pimpinan Redaksi

Tanggal : 07 Mei 2020

Medan (mediakomentar.net) – Berdasarkan Ketetapan Majelis Pertimbangan Rakyat Sementara Republik Indonesia Nomor: XXV/MPRS/ 1966 Tahun 1966.

Ditetapkan pasal 1 bahwa Pembubaran PKI dari tingkat pusatkedaerah di wilayah RI dan dalam pasal 2 tertulis Setiap kegiatan di Indonesia untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, dan penggunaan segala macam aparatur serta Media bagi penyebaran atau pengembangan faham atau ajaran tersebut, dilarang.

Keputusan MPRS RI ini diambil berdasarkan pertimbangan yang tertulis dalam ketetapan tersebut sebgai berikut:

  1. Bahwa faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme pada inti hakekatnya bertentangan dengan Pancasila;
  2. Bahwa orang-orang dan golongan-golongan di Indonesia yang menganut faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme; khususnya Partai Komunis Indonesia, dalam sejarah Kemerdekaan Republik,. Indonesia telah nyata-nyata terbukti beberapa kali berusaha merobohkan kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia yang sah dengan jalan kekerasan;
  3. Bahwa berhubung dengan perlu mengambil tindakan-tegas terhadap Partai Komunis Indonesia dan terhadap kegiatan-kegiatan yang menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran komunisme Marxisme-Leninisme

Dikutip dari media on line Faktakini Net. Bahwa siapa saja yang menghalangi sepak terjang PKI harus dilenyapkan termasuk 7 setan desa. Kelompok yang diidentifikasi PKI sebagai 7 setan desa tersebut adalah: “Para Kyai/ Ulama, Guru ngaji, Santri, Lurah/ Kepala Desa, Pedagang, aktivitis Islam, dan Pamong Praja. Para Kyai/ Ulama, Guru ngaji, Santri inilah yang mereka sebut Kadal Gurun alias KADRUN yang harus dibasmi (disembelih).

Wah gawat NKRI jika sudah begini. Dan saat ini sudah ada orang yang mengatakan Kata KADRUN secara terang-terangan dan sengaja direkam di tampilkan di Media sosial. Dikutip dari media sosial Orang yang memakai baju putih, berbicara sambil menunjuk-nunjuk dan mengaku bernama Boasa Simanjuntak sudah mengucapkan kata KADRUN dan secara terang-terangan mengajak bangso batak yang akan dia pimpin untuk memerangi kadrun.

 

Mengaku intelektual, bahasa yang dikeluarkan si Boasa Simanjuntak ini sama artinya memprovokator Etnis batak untuk berperang yang dia pimpin dengan KADRUN. Ini sama artinya dia sudah mencoba memecah belah negara ini.

Ternyata kata KADRUN ( Kadal Gurun) ini sudah sngat sering dia ucapkan diakun yuotubenya yang bernama BOASAHOT CHANEL

Sudah jelas dalam sumpah pemuda hanya ada satu bangsa yang tertulis “Berbangsa satu bangsa indonesia” dan saat ini jika dulunya mungkin suatu etnis menyatakan dirinya suatu bangsa sekarang merupakan salah satu etnis atau suku di dalam NKRI. Ditambah lagi etnis Batak sudah banyak berbaur bahkan menikah dengan etnis lain menjadi suatu keluarga. Jadi etnis batak yang mau di pimpin si boasa simanjuntak ini disuruh memerangi keluarganmya sendiri?

Katanya di dalam rekaman video yang beredar di medsos bahwa si boasa simanjuntak menyatakan dirinya seorang yang intelektual/ informasi yang diketahui redaksi bahwa profesi Boasa Simanjuntak adalah pengacara.

Dan ada informasi yang didapat redaksi bahwa boasa simanjuntak tidak tercatat sebagai pengurus di DPC Peradi Kota Medan ditambah lagi ada laporan ke polisi dari seorang warga terkait postingannya di BOASAHOT CHANEL dengan LP /794/V/2020/SUMUT/SPKT “III” tanggal 4 Mei 2020 terkait ITE (red)

Harapan saya sebagai warga negara Indonesia yang menginginkan keutuhan NKRI yang berprofesi sebagai seorang media, sebaiknya Kepolisian Republik Indonesia memanggil Boasa Simanjuntak dan Menahannya, harus di proses hukum untuk ditanyakan apa maksud dia sering berkata KADRUN, karena hal ini sudah dianggap melakukan perbuatan provokatif layaknya PKI. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *