Berita UtamaKesra

Ketum Mapan: Saya Kesal, Akibat Menunggu Ketua YKI Pangandaran, Yangi Tri Adinda (5)Harus Menahan Sakit 6 Jam

Pangandaran, Jabar (mediakomentar.net) Minggu (17/5) – Yangi Tri Adinda (5) anak dari Nana Sunarjo dusun Sukasari Rt 035 RW 009 Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat yang menderita penyakit Tumor dimata sebelah kanan, akhirnya dengan bantuan para donatur bisa dibawa diberangkatkan untuk dibawa RS. Sardjito di Jogya untuk Kemoterapi.

Ddalam rencana keberangkatan Yangi dari pangandaran Jawa Barat menuju ke Joigya, semestinya dilakukan di hari sabtu (16/5) di pagi hari dan dijadwalkan paling lama pukul 11.00 Wib. Tetapi karena mendapat informasi dari Bapak Camat Padaherang datang dan mengatakan bahwa dirinya mendapat intruksi dari Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pangandaran Ibu Ida Nurlela yang Nota bene adalah Istri Bupati Pangandaran melepas keberangkatan dan rencana keberangkatanpun ditunda.

Sangat disesalkan bahwa Ibu Ida Nurlela datang agak sore dan keberangkatanpun dilakukan pada pukul 17.00 Wib. Jadi kelang waktu 6 jam Yangi Tri Adinda (5) harus menahan sakit lebih lama lagi akibat menunggu Ibu Ketua YKI Pangandaran melepas kebarngkatannya.

Menanggapi hal ini Ketum Masyarakat Peduli Anti Narkoba (MAPAN)Indonesia Bung Rully sangat kesal
“Saya sangat kesal, kog bisanya Ibu ketua YKI Pangandaran melakukan hal itu, seolah penyakit yang dialami Yangi Tri Adinda yang masih berusia 5 tahun seperti penyakit kulit biasa. Padahal rasa sakit yang dialaminya sungguh membuat hati ini menangis karena rintihannya. Dan bagaimana bisa Ibu Ketua YKI itu seperti tidak memikirkan perasaan orang tua sianak. Dimana pada saat itu dengan harapan yang besar akan kesembuhan anaknya, sesegera mungkin untuk diberangkatkan.

Padahal tidak ada terjadwal ataupun terpikikan oleh kami bahwa keberangkatan Yangi Tri Adinda tersebut akan dilepas oleh ibu Ketua YKI Pangandaran. Sedangkan dana perobatannyapun digalang dari para donator dan simpatisan dengan dibantu para relawan pencari dana.

Orang lain yang berjuang dengan jalan kaki. Tiba-tiba ada yang merasa pahlawan mendahului dengan naik kuda dan terkesan lebih condong ke pencitraan. Semestinya sebagai ketua YKI, ibu Ida Nurlela lebih peka. Sebab pemberitaan tentang yang dialami Yangi sampai mencarikan dana untuknya sudah diviralkan di Medsos. Kog malah detik-detik terakhir datang, dan lebih parahnya lagi kedatangannya harus di tunggu dengan tenggang waktu 6 jam.

Saya memang kesal, dan kemungkinan besar saya akan menanyakan ke yayasan YKI tentang dana mereka dan peruntukannya untuk apa.” Terangnya kepada redaksi melalui selular.

Informasi yang didapat bahwa Yangi Tri Adinda sudah berada di Rumah sakit dan sudah di ambil tindakan Operasi dan Tambah Darah Dua Kantong (500 cc). Satu kantong masuk jam 10 dan jam 1 Siang. Serta penyakit yang diderita Yangi semakin bertambah, dimana sebelumnya diketahui hanya terkena sakit tumur dimata sebelah kanan, sekarang bertambah ada luka dibagian belakang (berlobang) dikarenakan Pampers. (Sumber: MAPAN / red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *